SouthernWorldwide.com – Veteran pelatih asal Belanda, Dick Advocaat, akan kembali menukangi tim nasional Curaçao untuk menghadapi Piala Dunia, sebuah langkah yang terjadi hanya tiga bulan setelah ia mengundurkan diri.
Kepulangan Advocaat, yang berusia 78 tahun, dikonfirmasi oleh federasi sepak bola Curaçao pada hari Selasa. Keputusan ini diambil setelah Fred Rutten meninggalkan jabatannya sehari sebelumnya.
Advocaat sebelumnya mengundurkan diri pada bulan Februari karena alasan kesehatan keluarga. Namun, kini ia kembali dengan target membawa Curaçao tampil di Piala Dunia.
“Diskusi antara (federasi) dan Dick Advocaat mengenai detail lebih lanjut mengenai penunjukan ini sedang berlangsung,” ujar pernyataan federasi. Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas, kejelasan, dan keberlanjutan tim nasional.
Jika Curaçao melakukan debut Piala Dunia melawan Jerman pada 14 Juni di Houston, Advocaat akan berusia 78 tahun. Ini akan menjadikannya pelatih tertua dalam sejarah 96 tahun turnamen tersebut.
Usianya saat itu akan tujuh tahun lebih tua dari Otto Rehhagel yang berusia 71 tahun ketika melatih Yunani di Piala Dunia 2010.
Read more : Senate Advances Accountability Measures to Prevent Future Shutdowns
Ini juga akan menjadi Piala Dunia ketiga Advocaat bersama tim yang berbeda. Sebelumnya, ia pernah menangani tim nasional Belanda pada tahun 1994 dan Korea Selatan pada tahun 2006.
Curaçao dijadwalkan akan bertanding melawan Ekuador di Kansas City dan Pantai Gading di Philadelphia. Piala Dunia kali ini akan menjadi yang pertama diikuti oleh 48 tim dan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Format yang diperluas ini memberikan tiga tempat tambahan yang dijamin untuk kawasan CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).
Advocaat sebelumnya telah memimpin tim pulau Karibia yang kecil ini melalui kualifikasi. Namun, ia digantikan pada bulan Februari oleh kompatriotnya, Fred Rutten.
Rutten mengawasi dua kekalahan dalam pertandingan pemanasan pada bulan Maret melawan Australia dan Tiongkok. Laporan menyebutkan bahwa ia tidak populer di kalangan pemain yang menginginkan kembalinya Advocaat.
Curaçao adalah wilayah otonom dengan populasi sekitar 156.000 jiwa di Karibia, yang merupakan bagian dari Kerajaan Belanda. Tim nasionalnya hampir seluruhnya bergantung pada pemain yang lahir dan dibesarkan di Belanda.
