Earth’s Oceans Darkening, Threatening Marine Life: Study

Science14 Views

SouthernWorldwide.com – Lautan di seluruh dunia telah mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap selama dua dekade terakhir, memicu kekhawatiran para peneliti terhadap kelangsungan hidup biota lautnya, demikian menurut sebuah studi baru.

Profesor Thomas Davies dari University of Plymouth menyatakan dalam studi yang diterbitkan di jurnal Global Change Biology bahwa ada peningkatan kekhawatiran terhadap ekosistem laut.

Data satelit dari portal data NASA’s Ocean Color Web menunjukkan bahwa 21% lautan di planet ini telah menjadi lebih gelap antara tahun 2003 dan 2022.

Menurut Davies, mayoritas kehidupan laut berada di zona fotik samudra, yaitu area di mana cahaya matahari cukup menembus untuk merangsang proses fotobiologis.

Zona fotik, yang memiliki kedalaman hingga 200 meter, merupakan tempat di mana anggaran nutrisi dan karbon global menopang pasar perikanan planet ini.

Ini adalah area di mana cahaya mencapai kehidupan laut yang hidup lebih dekat ke permukaan samudra.

Penghuni samudra ini bergantung pada cahaya bulan dan matahari untuk berburu, kawin, berkembang biak, dan tonggak penting lainnya.

Di bagian atas lautan inilah organisme mikroskopis dan berbagai jenis plankton hidup.

Read more : Meta AI Introduces Private Incognito Chat

Dengan semakin gelapnya lautan, hal ini akan menyebabkan makhluk yang bergantung pada cahaya untuk mulai bergerak lebih dekat ke permukaan, yang berpotensi menciptakan ruang hidup yang sempit.

Menggunakan data satelit dan ukuran atenuasi cahaya di air laut yang diturunkan dari algoritma, Davies mampu mengukur seberapa dalam zona fotik di berbagai belahan dunia.

Di antara lautan yang semakin gelap, 9% zona fotiknya menjadi 50 meter lebih dangkal, dan 3% zona fotik samudra menjadi 100 meter lebih dangkal.

Alasan di balik kegelapan lautan di lepas pantai masih belum jelas.

Pemanasan global dan perubahan arus laut diduga berperan dalam fenomena ini, menurut studi tersebut.

Meskipun terjadi kegelapan secara keseluruhan, sekitar 10% lautan, atau seluas 37 juta kilometer persegi, justru menjadi lebih terang selama 20 tahun terakhir, demikian temuan studi tersebut.

Studi ini juga menemukan bahwa sebagian besar wilayah pesisir telah mengalami peningkatan cahaya. Namun, studi tersebut menemukan bahwa ini tidak berarti pengurangan kedalaman zona fotik di dekat garis pantai.

Davies memprediksi bahwa implikasi dari kegelapan samudra bisa sangat parah bagi jaring makanan laut, perikanan global, serta anggaran karbon dan nutrisi.